Site icon Newscapz

Biar Tak Ketipu! Ini 7 Hal Wajib Di Cek Sebelum Membeli Laptop Bekas

Membeli laptop bekas di tahun 2026 ini memang strategi yang cukup cerdas karena mahalnya harga laptop baru yang disebabkan oleh kelangkaan komponen seperti RAM dan SSD, ditambah adanya peningkatan fitur AI. Laptop bekas bisa menjadi opsi apabila kalian ingin lebih hemat dan tetap fungsional untuk keperluan pekerjaan, mengerjakan tugas, bahkan bermain game.

Namun, di balik harga yang lebih murah, membeli laptop bekas juga menyimpan banyak resiko. Tidak sedikit kasus pembeli merasa tertipu saat membeli laptop bekas karena ternyata menyimpan banyak masalah, mulai dari performa turun, baterai boros, serta kerusakan tersembunyi yang muncul setelah beberapa minggu pemakaian. Maka dari itu, agar kalian tidak ketipu dan tetap mendapatkan laptop bekas yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Berikut 7 hal yang wajib di cek sebelum membeli laptop bekas agar tetap aman dan awet.

  1. Cek Kondisi Fisik Laptop

Langkah pertama selalu dimulai dari kondisi fisik laptop Jangan remehkan lecet halus, tapi waspadalah pada penyok atau retakan. Mengapa? Karena penyok pada sudut laptop biasanya mengindikasikan bahwa unit tersebut pernah terjatuh. Dampak dari benturan keras seringkali tidak terlihat seketika, bisa tetapi merusak komponen internal seperti motherboard atau solderan chip dalam jangka panjang.

Hal yang paling krusial pada bagian fisik adalah bagian engsel. Buka dan tutup laptop berkali-kali. Rasakan apakah ada hambatan atau suara berderit. Di era laptop tipis sekarang, engsel yang bermasalah adalah mimpi buruk karena biasanya menyatu dengan struktur layar. Jika engsel terasa goyang atau terlalu keras, sebaiknya kalian segera beralih ke pilihan lain.

  1. Kualitas Layar dan Dead Pixel

Layar adalah jendela kalian dalam bekerja. Kalian tidak ingin menatap layar yang memiliki noda hitam atau garis-garis halus selama berjam-jam. Cara mengeceknya sangat mudah. Mintalah penjual untuk mengganti wallpaper menjadi warna putih polos, lalu warna hitam polos.

Jika kalian menemukan satu saja titik merah atau hitam yang diam (dead pixel), itu adalah tanda bahwa panel LCD mulai rusak. Biaya penggantian layar laptop saat ini sangat mahal, seringkali mencapai 30 persen dari harga bekas laptop itu sendiri.

  1. Kesehatan Baterai dan Charger Original

Ini adalah bagian di mana banyak pembeli tertipu. Penjual sering berkata “Baterai masih awet 2-3 jam”, tapi itu hanya saat laptop dalam keadaan idle. Begitu kalian buka Chrome dengan 20 tab, baterainya langsung drop. 

Cara mengecek kesehatan baterai, isi daya hingga penuh kemudian lepaskan charger dan gunakan laptop dengan membuka beberapa aplikasi. Penurunan persentase baterai yang cepat menandakan kapasitas sudah mulai melemah dan beresiko memerlukan penggantian baterai dalam waktu dekat. Selain itu, kabel charger original juga sangat penting untuk diperhatikan karena charger KW atau pihak ketiga yang murah seringkali memiliki tegangan yang tidak stabil yang perlahan akan merusak komponen daya di dalam laptop kalian.

  1. Keyboard, Touchpad, dan Port Konektivitas

Buka notepad atau website Online Keyboard Tes. Tekan semua tombol satu per satu, pastikan seluruh tombol di keyboard berfungsi secara sempurna dan cek touchpad apakah responsif atau tidak, seperti scroll dua jari dan klik kiri-kanannya masih teras empuk ketika di tekan.

Selanjutnya, cek semua port USB, port HDMI, hingga slot kartu memori. Seringkali pengguna sebelumnya kasar saat mencabut kabel sehingga port tersebut longgar atau mati total. Di zaman sekarang, konektivitas adalah segalanya. Kalian tidak ingin membeli laptop yang tidak bisa disambungkan ke proyektor atau hardisk eksternal hanya karena port-nya bermasalah.

  1. Performa Hardware: CPU, RAM, dan SSD

Sekarang saatnya masuk ke bagian internal laptop. Jangan hanya percaya pada stiker yang tertempel di casing. Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager dan lihat spesifikasi aslinya. Pastikan spesifikasi yang muncul sesuai dengan yang dijanjikan penjual. Di tahun 2026, minimal kalian harus mencari laptop dengan:

  1. Uji Suhu dan Suara Kipas (Stress Test)

Laptop yang terlihat mulus di luar bisa jadi menyimpan masalah panas berlebih (overheating) di dalam. Coba jalankan video YouTube dengan resolusi 4K atau jalankan aplikasi berat selama 15 menit. Dengarkan suara kipasnya.

Jika kipas terdengar sangat bising seperti mesin pesawat atau laptop tiba-tiba terasa panas menyengat di area keyboard, ada dua kemungkinan: debu sudah menumpuk sangat banyak atau thermal paste sudah kering. Jika kalian bukan orang yang hobi membongkar laptop, masalah suhu ini bisa menjadi kendala besar karena panas berlebih akan menurunkan performa (throttling) dan memperpendek umur komponen.

  1. Cek Keabsahan Software dan Riwayat Servis

Terakhir, namun tidak kalah penting, tanyakan riwayat servis laptop tersebut. Laptop yang belum pernah dibongkar (segel masih utuh) biasanya lebih aman, tetapi bukan jaminan. Jika pernah diservis, pastikan servisnya dilakukan di pusat resmi.

Cek juga apakah Windowsnya original atau bajakan. Laptop dengan lisensi original akan memudahkan kalian saat melakukan reset pabrik. Jangan lupa untuk memeriksa apakah ada akun iCloud (untuk MacBook) atau akun Microsoft yang masih nyangkut. Kalian tidak ingin membeli laptop yang terkunci karena pemilik sebelumnya lupa log out.

Membeli laptop bekas adalah tentang menemukan keseimbangan antara harga dan kondisi. Jangan pernah tergiur harga yang terlalu jauh di bawah pasar tanpa alasan yang jelas. Selalu utamakan transaksi secara langsung (COD) agar kalian bisa mempraktikkan 7 langkah di atas dengan teliti.

Ingat, kalian sedang menginvestasikan uang untuk alat yang akan menunjang produktivitas kalian. Sedikit ketelitian di awal akan menyelamatkan kalian dari penyesalan panjang dan biaya perbaikan yang membengkak di kemudian hari. Jadilah pembeli yang cerdas, kritis, dan jangan ragu untuk berkata “tidak” jika unit yang kalian cek tidak memenuhi standar.

Exit mobile version