Belakangan ini, perangkat wearable seperti smartwatch dan smartband menjadi bagian dari keseharian banyak orang mulai dari pekerja kantoran sampai dengan melakukan aktivitas olahraga ringan. Keduanya memiliki kemiripan yang hampir sama untuk mendeteksi detak jantung, menghitung langkah kaki, dan dapat terhubung langsung ke smartphone untuk memantau detail aktivitasnya. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari segi fungsi, fitur, dan harga.
Apalagi di tahun 2026 ini perkembangan teknologi wearable makin pesat yang bisa menjadi pusat kendali kesehatan, produktivitas, bahkan bisa melakukan transaksi pembayaran tertentu. Jadi, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kalian? Apakah ingin perangkat yang serba bisa layaknya komputer mini di pergelangan tangan atau hanya sekedar untuk memantau aktivitas ringan?
Perbandingan Smartwatch dan Smartband
Untuk mempermudah dalam menentukan pilihan perangkat wearable, berikut perbandingan beberapa aspek penting yang kalian harus pertimbangkan sebelum membelinya.
- Desain dan Bentuk

Desain fisik antara smartwatch dan smartband memiliki perbedaan yang cukup signifikan untuk menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Dari segi ukuran dan dimensi, smartwatch memiliki ukuran yang menyerupai jam tangan pada umumnya. Ukuran ini biasanya mengikuti standar jam konvensional dan biasanya tampil dengan model desain yang bervariasi, seperti sporty, kasual, hingga yang terlihat seperti jam tangan klasik.
Sebaliknya, smartband memiliki ukuran yang jauh lebih ramping dan ringan dibandingkan dengan smartwatch. Fokus utamanya adalah kenyamanan maksimal saat beraktivitas sehingga bentuknya dibuat menyerupai gelang yang tidak membebani pergelangan tangan.
- Fitur yang Ditawarkan
Perbandingan antara smartwatch dan smartband semakin menarik ketika membahas fitur kesehatan, apalagi di era peningkatan kesadaran akan gaya hidup sehat.
Smartwatch terbaru sudah dibekali sensor canggih seperti pengukur kadar oksigen darah (SpO2), ECG, pemantau stres, VO Max, sampai dengan fitur NFC yang bisa digunakan saat menggunakan kartu akses maupun pembayaran digital. Bahkan beberapa smartwatch sudah terintegrasi dengan AI health assistant yang mampu memberikan rekomendasi berbasis data kebiasaan pengguna.
Smartband juga menawarkan fitur kesehatan, tetapi dengan cakupan yang lebih sederhana. Fitur umum pada smartband meliputi penghitungan langkah, pemantauan detak jantung 24 jam, pelacakan tidur, dan mode olahraga dasar seperti lari atau bersepeda. Selain itu, pada perangkat smartband, fitur notifikasi umumnya terbatas pada tampilan pesan masuk. Pengguna dapat membaca notifikasi, tetapi tidak memiliki keleluasaan untuk membalas pesan, atau hanya disediakan opsi balasan cepat berupa teks singkat. Sementara itu, smartwatch menawarkan fungsionalitas yang lebih lengkap, seperti keyboard virtual dan fitur voice-to-text yang memungkinkan pengguna membalas pesan secara penuh. Bahkan, beberapa smartwatch juga mendukung navigasi Google Maps secara real-time yang dapat diakses langsung melalui layar jam, sehingga memudahkan penggunaan saat berkendara atau bersepeda.
Dalam perbandingan smartwatch dan smartband, smartwatch jelas unggul dari sisi kedalaman analisis kesehatan, sementara smartband lebih cocok untuk pemantauan dasar yang konsisten.
- Perbedaan Harga Smartwatch dan Smartband
Dari sisi harga, Smartwatch umumnya dibanderol harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan smartband sesuai dengan fitur dan teknologi yang ditawarkan. Berbeda halnya dengan smartband yang cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau karena hanya memenuhi kebutuhan dasar dan tidak terlalu lengkap dibandingkan dengan fungsi smartwatch yang lebih luas
- Daya Tahan Baterai
Salah satu poin penting antara smartwatch dan smartband adalah daya tahan baterainya. Smartwatch dengan layar besar dan sistem operasi yang lebih kompleks biasanya memiliki daya tahan baterai 1–3 hari, meskipun beberapa model terbaru sudah mampu bertahan hingga 5–7 hari dengan mode hemat daya.
Disisi lain, smartband dikenal sangat unggul dalam efisiensi baterai. Banyak smartband modern mampu bertahan 10–14 hari dalam sekali pengisian daya, bahkan lebih karena penggunaan fitur yang tidak lebih bervariasi dibandingkan dengan smartwatch. Maka dari itu, untuk kalian yang tidak ingin sering mengisi daya, smartband jelas lebih praktis dalam penggunaan jangka panjang.
Siapa yang Cocok Menggunakan Smartwatch?
Kalian harus memilih smartwatch jika:
- Tech Enthusiast: Kalian suka mencoba aplikasi baru dan ingin jam tangan yang bisa melakukan banyak hal.
- Profesional yang Sibuk: Kalian sering meeting dan perlu memantau notifikasi penting tanpa terus-menerus melihat ponsel.
- Pelari atau Atlet Serius: Kalian butuh metrik lari yang sangat detail, peta offline, dan musik yang tersimpan langsung di jam tangan.
- Fashion Conscious: Kalian ingin jam tangan yang bisa menyesuaikan dengan outfit kerja maupun santai.
Siapa yang Cocok Menggunakan Smartband?
Smartband adalah pilihan tepat buat kalian jika:
- Minimalis: Kalian hanya ingin perangkat yang berfungsi di latar belakang tanpa mengganggu aktivitas.
- Fokus pada Kesehatan Sederhana: Tujuan kalian hanya memantau detak jantung, pola tidur, dan jumlah langkah harian.
- Anti Ribet Cas Baterai: Kalian malas mengisi daya gadget setiap hari.
- Pelajar atau Mahasiswa: Kalian butuh alat pelacak kesehatan yang fungsional dengan harga yang bersahabat di kantong.
Tips Memilih Sebelum Membeli
Sebelum kalian mengeluarkan uang, perhatikan poin-poin berikut:
- Kompatibilitas: Pastikan perangkat pilihan kalian sinkron dengan lancar dengan sistem operasi ponsel kalian (Android atau iOS). Beberapa smartwatch punya fitur yang hanya aktif jika digunakan dengan merk HP yang sama.
- Ukuran Pergelangan Tangan: Jangan memaksakan memakai smartwatch berukuran 46mm jika pergelangan tangan kalian kecil. Itu akan terlihat aneh dan tidak nyaman. Cobalah cari versi “Small” atau pilih smartband yang lebih ramping.
- Kebutuhan vs Keinginan: Jujurlah pada diri sendiri. Apakah kalian benar-benar akan menggunakan fitur ECG setiap hari? Atau kalian hanya tergiur dengan iklannya? Jika hanya untuk gaya hidup aktif biasa, smartband sudah lebih dari cukup.
Menentukan pilihan smartwatch dan smartband kembali lagi ke gaya hidup dan prioritas kalian masing-masing. Apakah kalian sudah menentukan pilihan yang relevan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian?