Newscapz

Catat Tanggalnya! Jadwal Tayang Film Para Perasuk di Bioskop

Bayangkan sebuah film Indonesia yang dipilih dari 16.201 karya yang dikirimkan dari 164 negara untuk tampil di panggung paling bergengsi festival film independen dunia, lalu mendapat sambutan standing ovation dari penonton internasional di premiere perdananya.

Itu bukan fiksi. Itu adalah jadwal tayang Para Perasuk yang akan segera kalian saksikan di layar bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.

Sutradara Wregas Bhanuteja mengumumkan langsung lewat akun Instagram pribadinya: “23 April 2026 Para Perasuk akan bisa ditonton di bioskop Indonesia.” Kalimat itu singkat, tapi bobotnya sangat besar bagi siapapun yang sudah mengikuti perjalanan film ini sejak lama.

Di artikel ini, kita akan bahas tuntas semua yang perlu kalian tahu soal jadwal tayang Para Perasuk: dari sinopsis lengkap, profil para pemain, fakta menarik di balik produksinya, pencapaian internasional yang membanggakan, hingga panduan praktis cara memesan tiket supaya tidak kehabisan kursi.

Catat tanggalnya. Jadwal tayang Para Perasuk adalah 23 April 2026.

Sinopsis Film Para Perasuk: Desa yang Berbeda dari Semua yang Pernah Kalian Lihat

Di Desa Latas, ada tradisi turun-temurun yang tidak akan kalian temukan di tempat lain: pesta kerasukan.

Bagi warga Desa Latas, kerasukan bukan sesuatu yang menakutkan. Ini adalah perayaan. Cara untuk melepas tekanan, keluar dari rutinitas, dan terhubung kembali dengan sesama. Dalam tradisi ini, seorang Perasuk bertugas memainkan seruling dan membacakan mantra untuk memanggil roh-roh agar merasuki para Pelamun yang siap menerima. Ada 20 roh binatang fiktif dalam film Para Perasuk, mulai dari roh bulus, kerbau, kodok, semut, hingga lintah, dan setiap roh membawa efek kerasukan yang berbeda-beda.

Di tengah kehidupan inilah Bayu (Angga Yunanda) tumbuh. Seorang pemuda berusia 20 tahun dengan mimpi besar: menjadi Perasuk terbaik di desanya. Bukan sekadar ambisi pribadi, Bayu punya alasan yang jauh lebih dalam. Ia ingin memenangkan sayembara yang digelar oleh Guru Asri (Anggun) demi mengumpulkan cukup dana untuk menyelamatkan mata air keramat Desa Latas dari ancaman penggusuran oleh kekuatan kapitalis dari luar.

Tapi perjalanan Bayu tidak lurus. Ada Ananto (Bryan Domani), pesaingnya dalam sayembara. Ada Pawit (Chicco Kurniawan), sahabat Bayu yang setia tapi punya kepentingannya sendiri. Ada Laksmi (Maudy Ayunda), seorang Pelamun yang sudah ketagihan kerasukan dan peranannya dalam kisah Bayu jauh lebih kompleks dari yang pertama terlihat.

Dan semakin jauh Bayu mengejar mimpinya, semakin ia menyadari satu hal yang menyakitkan: obsesi bisa menarik seseorang menjauh dari hakikat sebenarnya dari sesuatu yang ia cintai.

“Emosi itu adalah obsesi,” kata Wregas dalam sebuah wawancara dengan Variety menjelang jadwal tayang Para Perasuk di Sundance. “Obsesi Bayu untuk menjadi perasuk perlahan menariknya menjauh dari esensi sejati pesta kerasukan itu sendiri, yaitu kegembiraan, koneksi, dan kehadiran. Dan itu adalah sesuatu yang banyak dari kita kenali.”

Pemain Film Para Perasuk: Jajaran Bintang Terbaik Indonesia

Salah satu alasan jadwal tayang Para Perasuk ditunggu begitu banyak orang adalah karena deretan pemainnya yang luar biasa.

Angga Yunanda 

sebagai Bayu Angga Yunanda memerankan tokoh sentral film Para Perasuk. Ia hadir di sekitar 60 adegan dalam film ini, dan proses shootingnya tidak mudah. Setelah sesi tari yang panjang, Angga mengaku ia nyaris tidak bisa berjalan. “Kalau saya ceritakan semuanya, kita akan di sini selama dua jam,” katanya saat sesi Q&A di Sundance.

Maudy Ayunda 

sebagai Laksmi Maudy Ayunda tampil sebagai Laksmi, seorang Pelamun yang ketagihan kerasukan. Peran ini menuntut Maudy untuk menjalani latihan tari yang sangat intens selama berbulan-bulan. Kaki bengkak dan mandi es sudah menjadi bagian rutin dari persiapannya. Bagi penonton yang hadir di Sundance, penampilan fisik Maudy dalam film Para Perasuk ini disebut sebagai salah satu yang paling memukau dalam karier aktingnya.

Anggun C. Sasmi 

sebagai Guru Asri Ini adalah debut akting Anggun di film layar lebar, dan langsung mendapat pujian dari media internasional. Screen Daily secara khusus menyebut Anggun tampil “memukau” dalam film Para Perasuk, sebuah pengakuan yang tidak mudah diraih dari kritikus festival sekelas Sundance.

Bryan Domani sebagai Ananto 

memerankan Ananto, pesaing Bayu dalam sayembara. Penampilan Bryan dalam film Para Perasuk ini membuat banyak penonton Sundance terkejut karena berbeda signifikan dari peran-perannya sebelumnya.

Chicco Kurniawan 

sebagai Pawit Chicco Kurniawan hadir sebagai Pawit, sahabat setia Bayu. Karakter ini menjadi salah satu emotional anchor dalam cerita film Para Perasuk.

Peran pendukung lainnya diisi oleh Indra Birowo sebagai Bapak Bayu, Ganindra Bimo sebagai Fahri, serta Ivonne Dahler dan beberapa nama lain.

Wregas Bhanuteja: Sutradara di Balik Film Para Perasuk

Tidak bisa memisahkan jadwal tayang Para Perasuk dari sosok yang membuatnya ada.

Wregas Bhanuteja adalah salah satu sutradara paling diperhitungkan dalam sinema Indonesia kontemporer. Lulus dari Institut Kesenian Jakarta pada 2014, ia sudah membangun rekam jejak yang konsisten sejak awal karier dengan karya-karya yang berani secara tematik dan kuat secara artistik.

Film pertamanya, Penyalin Cahaya (2021), mendapat pengakuan luas dan memenangkan berbagai penghargaan nasional. Film keduanya, Budi Pekerti (2023), kembali membuktikan bahwa Wregas bukan pembuat film biasa, ia adalah seorang pencerita yang tahu persis bagaimana membawa penonton masuk ke dalam dunia yang ia bangun.

Film Para Perasuk adalah karya terambisiusnya sejauh ini. Produksinya berlangsung selama dua tahun dan melibatkan lebih dari 500 orang. Koreografi untuk adegan pesta kerasukan dikembangkan secara khusus bersama koreografer Siko Setyanto, yang menciptakan bahasa gerak orisinal bukan berbasis tarian tradisional manapun.

“Dari awal, saya ingin menghindari mengarahkan gerakan ke satu tradisi tertentu dan justru menciptakan bahasa fisik yang terasa intuitif dan universal,” kata Wregas. Pendekatan inilah yang membuat film Para Perasuk berhasil berbicara kepada penonton dari berbagai latar belakang budaya di Sundance.

Pencapaian Internasional Sebelum Jadwal Tayang Para Perasuk di Indonesia

Sebelum jadwal tayang Para Perasuk resmi tiba untuk penonton Indonesia, film ini sudah lebih dulu menorehkan prestasi yang membanggakan di panggung internasional.

Pada 24 Januari 2026, film Para Perasuk menjalani world premiere di Sundance Film Festival 2026, salah satu festival film independen paling bergengsi di dunia, di The Yarrow Theatre, Park City, Utah, Amerika Serikat.

Pencapaian ini bukan pencapaian kecil. Film Para Perasuk terpilih untuk berkompetisi di program World Cinema Dramatic Competition, sebuah seksi yang menampilkan hanya 10 film dari seluruh dunia. Dan dari 16.201 film yang diajukan dari 164 negara, film Para Perasuk adalah satu dari sepuluh yang lolos.

Lebih dari itu, film Para Perasuk menjadi film Indonesia pertama dalam 13 tahun yang masuk ke program World Cinema Dramatic Competition di Sundance.

Hasilnya? Standing ovation dari seluruh penonton yang hadir di premiere perdana. Ini bukan tepuk tangan basa-basi. Ini adalah pengakuan tulus dari komunitas pecinta film internasional yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Setelah jadwal tayang Para Perasuk di Sundance yang sukses, reaksi dari media internasional pun sangat positif. Screen Daily memuji film Para Perasuk sebagai karya yang memberikan pencerahan sekaligus kecerdasan artistik. Situs resmi Sundance menggambarkannya sebagai film yang dengan ahli menggunakan bahasa musik, tari, kegembiraan, rasa sakit, dan kekuatan naratif dalam sebuah coming-of-age story yang luar biasa.

Sebelum jadwal tayang Para Perasuk di Sundance, film ini juga sudah meraih penghargaan CJ ENM di Busan International Film Festival 2024, membuktikan bahwa film Para Perasuk sudah diakui secara internasional bahkan sebelum selesai diproduksi sepenuhnya.

OST Film Para Perasuk: Aku yang Engkau Cari

Satu lagi elemen yang memperkuat antusiasme menjelang jadwal tayang Para Perasuk adalah lagu tema resminya.

Maudy Ayunda merilis single “Aku yang Engkau Cari” sebagai OST resmi film Para Perasuk. Lagu ini menjadi salah satu cara terbaik untuk mulai merasakan nuansa emosional dari film ini sebelum jadwal tayang Para Perasuk tiba pada 23 April 2026.

Kalian bisa mendengarkan “Aku yang Engkau Cari” di semua platform streaming musik resmi, termasuk Spotify di open.spotify.com.

Di Bioskop Mana Saja Jadwal Tayang Para Perasuk Bisa Ditonton?

Jadwal tayang Para Perasuk pada 23 April 2026 akan tersedia di berbagai jaringan bioskop besar di seluruh Indonesia, termasuk Cinema 21, XXI, CGV Cinemas, Cinepolis, Platinum Cineplex, NSC, dan Kota Cinema.

Karena ini adalah film yang sudah mendapat buzz sangat besar sejak Sundance, dan April 2026 adalah salah satu bulan tersibuk untuk bioskop dengan banyak film yang rilis bersamaan, sangat disarankan untuk tidak menunggu terlalu lama dalam memesan tiket.

Untuk memantau jadwal tayang Para Perasuk di bioskop terdekat dari lokasi kalian dan memesan tiket secara online, ada beberapa platform yang bisa digunakan. TIX ID adalah salah satu aplikasi pembelian tiket bioskop online yang paling banyak digunakan di Indonesia. Kalian bisa mengunduh aplikasinya, cari judul “Para Perasuk”, pilih bioskop dan jam tayang yang sesuai, lalu selesaikan pembayaran. Selain TIX ID, kalian juga bisa memesan melalui aplikasi resmi CGV ID, Cinema XXI App, atau BookMyShow Indonesia.

Cara pembelian tiket bioskop online secara umum sangat mudah: buka aplikasi, daftarkan akun, pilih film, pilih tanggal dan jam tayang jadwal tayang Para Perasuk, pilih kursi favorit, lalu selesaikan pembayaran via transfer bank, e-wallet, atau kartu kredit. Tiket akan dikirimkan dalam bentuk QR code yang tinggal di-scan di pintu masuk bioskop.

Untuk tips dan ulasan seputar film-film Indonesia dan pengalaman menonton bioskop terbaik, berbagai rekomendasi terkurasi bisa kalian temukan di portal hiburan yang selalu meng-update informasi terkini di uzone.id.

Exit mobile version