Home » Komponen Suspensi Motor: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya Biar Riding Tetap Nyaman

Komponen Suspensi Motor: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya Biar Riding Tetap Nyaman

by Dave Jeremiah

Pembukaan: Suspensi Motor, Penentu Nyaman atau Capek di Jalan

Pernah ngerasa motor kalian keras banget pas lewat polisi tidur atau malah terlalu limbung saat ngebut? Bisa jadi masalahnya ada di suspensi motor.

Suspensi bukan cuma soal empuk atau keras, tapi berhubungan langsung dengan:

  • Kenyamanan berkendara
  • Stabilitas saat menikung
  • Daya cengkeram ban ke aspal
  • Keamanan saat kecepatan tinggi

Makanya, penting banget buat paham komponen suspensi motor dan cara kerjanya, biar nggak asal pakai atau salah perawatan.

Suspensi Motor 

Suspensi motor adalah sistem yang menghubungkan rangka motor dengan roda, berfungsi untuk:

  • Meredam getaran
  • Menyerap guncangan
  • Menjaga ban tetap menempel di jalan Suspensi bekerja sama dengan ban dan rangka untuk menjaga motor tetap stabil di berbagai kondisi jalan.

Komponen Utama Suspensi Motor

Secara umum, suspensi motor terbagi menjadi suspensi depan dan suspensi belakang. Masing-masing punya komponen dengan fungsi berbeda.

1. Suspensi Depan Motor

Suspensi depan berfungsi meredam guncangan dari roda depan dan menjaga arah kemudi tetap stabil.

a. Fork / Shock Depan

Ini komponen utama suspensi depan. Ada beberapa jenis:

  • Telescopic Fork (konvensional)
  • Upside Down (USD)

Fungsinya:

  • Menyerap benturan
  • Menjaga kestabilan setang
  • Mengontrol rebound dan kompresi

b. Inner Tube

Bagian pipa dalam fork yang bergerak naik-turun.
Inner tube harus:

  • Lurus
  • Bebas baret
  • Permukaannya halus

Kalau baret, oli shock bisa bocor.

c. Outer Tube

Pipa luar yang menjadi rumah bagi komponen suspensi.
Biasanya terbuat dari aluminium atau baja.

d. Per Shock

Pegas yang berfungsi:

  • Menahan beban motor dan rider
  • Mengembalikan suspensi ke posisi semula setelah tertekan

Per yang lemah bikin motor terasa ngedrop.

e. Oli Shock

Berfungsi mengatur:

  • Kecepatan naik-turun suspensi
  • Redaman getaran

Oli shock punya tingkat kekentalan berbeda (SAE), disesuaikan kebutuhan.

f. Seal Shock

Komponen kecil tapi krusial:

  • Mencegah oli bocor
  • Menjaga tekanan di dalam shock

Seal rusak = suspensi langsung bermasalah.

2. Suspensi Belakang Motor

Suspensi belakang bertugas menopang beban utama, termasuk boncengan dan barang.

a. Shockbreaker Belakang

Terdiri dari:

  • Pegas
  • Tabung oli
  • Damper

Fungsinya meredam guncangan dan menjaga traksi roda belakang.

b. Swing Arm

Lengan ayun yang menghubungkan roda belakang ke rangka.
Berperan besar dalam:

  • Stabilitas
  • Handling
  • Kenyamanan

c. Link Suspension (Monoshock)

Digunakan pada motor modern.
Fungsinya:

  • Membuat kerja suspensi lebih progresif
  • Lebih empuk di jalan rusak
  • Lebih stabil saat kecepatan tinggi

d. Bearing & Bushing

Komponen pendukung yang menjaga:

  • Gerakan suspensi tetap halus
  • Tidak ada bunyi atau getaran berlebih
    Jarang diperhatikan, tapi sangat penting.

Jenis Suspensi Motor Berdasarkan Desain

Jenis SuspensiKarakter
TelescopicNyaman, mudah dirawat
Upside DownStabil, sporty
Twin ShockSimpel, klasik
MonoshockLebih stabil & modern
AdjustableBisa disetel sesuai gaya riding

Tanda Suspensi Motor Bermasalah

Waspadai kalau muncul gejala berikut:

  • Motor terasa keras atau terlalu empuk
  • Oli shock bocor
  • Ban cepat aus tidak merata
  • Motor limbung saat menikung
  • Bunyi “gluduk” saat jalan rusak

Kalau dibiarkan, bukan cuma bikin capek, tapi juga berbahaya.


Tips Merawat Suspensi Motor Biar Awet

  • Ganti oli shock depan tiap 15.000–20.000 km
  • Bersihkan batang shock secara rutin
  • Jangan sering menghajar jalan rusak
  • Setel preload sesuai beban
  • Servis suspensi belakang minimal setahun sekali

Suspensi Standar vs Aftermarket, Mana Lebih Baik?

  • Suspensi standar:
    Cocok untuk harian, minim perawatan
  • Suspensi aftermarket:
    Lebih nyaman & bisa disesuaikan, tapi mahal. Pilih sesuai kebutuhan, bukan sekadar gaya.

You may also like