Home » Proses Dan Cara Hitung Biaya Charging Mobil Listrik di Rumah

Proses Dan Cara Hitung Biaya Charging Mobil Listrik di Rumah

by Dave Jeremiah

Charge di Rumah Itu Berapa Sih Biayanya?

Salah satu pertanyaan paling sering muncul sebelum orang membeli mobil listrik adalah: “Kalau di charge di rumah, habisnya berapa?”. Sementara mobil listrik menggunakan satuan kWh (kilowatt hour), yang mungkin terdengar lebih teknis.

Padahal, cara hitung biaya charging mobil listrik di rumah sebenarnya cukup sederhana. Bahkan bisa dihitung dengan kalkulator biasa.

Jenis-Jenis EV Charger 

Sebelum membahas penghitunganya kita akan memberikan listing beberapa EV charger yang sudah ada dan yang bisa digunakan di rumah. Umumnya setiap charger ada kelebihan dan kekurangan.

Dan seperti electronic lainnya ada perlunya sinergi dengan spesifikasi charger dan daya listrik di rumah.

  • Level 1 Charger: jenis charger EV yang paling standar yang bisa menggunakan soket listrik rumah sekitar 220-240 Volt di Indonesia
  • Level 2 Charger: charger ini memerlukan instalasi khusus dan pengunaannya dengan daya yang lebih tinggi (240 Volt). Charger ini memiliki waktu pengisian yang lebih cepat
  • Smart Charger: charger teknologi canggih yang bisa terhubung di rumah pintar (smart house), dan bisa di kontrol melalui aplikasi handphone untuk pengaturan jadwal.

Tipe-Tipe Pengisian Baterai Mobil

Dan juga dengan jenis-jenis chargernya ada juga beberapa tipe pengisian baterai mobil listrik

  • Pengisian Tingkat 1: ini metode pengisian dengan daya listrik sekitar 120V, yang umumnya ada di rumah. Metode in mudah didapat namun waktu charging sekitar relatif lambat, bisa memberi tambahan jarak tempuh 5-8KM per jam pengisian.
  • Pengisian Tingkat 2: pengisian ini memanfaatkan sumber daya listrik 240V. Charging ini lebih cepat dari tingkat 1 dan dipasang di garasi rumah. Menambah jarak tempuh 20-40 KM per jam pengisian
  • Pengisian DC cepat: charging ini menggunakan arus searah (DC), untuk mengisi baterai mobil secara cepat. Dapat mengisi baterai mobil sekitar 80% sekitar 30 menit.

Langkah 1: Kapasitas Baterai Mobil

Setiap mobil listrik memiliki kapasitas baterai berbeda. Biasanya ditulis dalam satuan kWh.

Contoh:

  • 38 kWh
  • 50 kWh
  • 60 kWh
  • 71 kWh

ini menunjukkan total energi yang bisa disimpan saat baterai penuh 100 persen. Semakin besar kapasitasnya, semakin jauh jarak tempuhnya, tapi semakin besar juga energi yang dibutuhkan saat charging penuh.

Langkah 2: Tarif Listrik per kWh di Rumah

Tarif listrik rumah tangga berbeda tergantung golongan daya. Sebagai gambaran umum (rumah 2.200 VA ke atas), tarif sekitar Rp 1.444 per kWh. Untuk mempermudah simulasi, kita gunakan angka Rp 1.500 per kWh agar lebih mudah dihitung.

Langkah 3: Gunakan Rumus Sederhana

Rumus dasar: Kapasitas baterai (kWh) × tarif listrik per kWh = biaya charging penuh.

mobil dengan baterai 50 kWh: 50 kWh × Rp 1.500 = Rp 75.000

Artinya, untuk mengisi dari 0 persen sampai 100 persen, kira-kira butuh Rp 75.000.

Apakah Selalu Cas dari 0 Persen?

Tidak. Kebanyakan pengguna hanya mengisi dari 20 persen ke 80 persen untuk menjaga kesehatan baterai. Jika hanya mengisi 60 persen dari total kapasitas: 50 kWh × 60% = 30 kWh. 30 kWh × Rp 1.500 = Rp 45.000

Jadi sekali charge normal mungkin hanya sekitar Rp 40–50 ribu.

Hitung Biaya per Kilometer

Sekarang kita hitung lebih detail. Misalnya mobil 50 kWh punya jarak tempuh 400 km dalam kondisi penuh. Biaya penuh Rp 75.000.

Maka biaya per km: Rp 75.000 ÷ 400 km = Rp 187 per km

Bandingkan dengan mobil bensin yang rata-rata bisa habiskan Rp 800–1.200 per km tergantung konsumsi BBM. Di sinilah terlihat potensi hematnya.

Apakah Ada Biaya Tambahan?

Saat charging di rumah, ada sedikit kehilangan energi (sekitar 5–10 persen) karena efisiensi sistem charger. Artinya, biaya riil mungkin sedikit lebih tinggi dari hitungan kasar. Tapi selisihnya tidak besar.

Selain itu, jika menggunakan home wall charger resmi, ada biaya instalasi di awal. Namun itu bukan biaya per pengisian, melainkan investasi satu kali.

Simulasi Bulanan

Misalnya pemakaian 1.000 km per bulan. Dengan biaya Rp 187 per km: 1.000 km × Rp 187 = Rp 187.000 per bulan

Bandingkan dengan mobil bensin yang bisa menghabiskan Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta untuk jarak yang sama. Perbedaannya cukup signifikan.

Tambahan Agar Charging Lebih Hemat

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

Charge saat baterai tidak benar-benar kosong. Hindari fast charging terlalu sering jika tidak perlu. Gunakan instalasi listrik rumah yang sesuai standar agar efisien dan aman. Perawatan baterai yang baik juga membantu menjaga efisiensi jangka panjang.

Apakah Lebih Hemat dalam Jangka Panjang?

Dari sisi energi, mobil listrik memang lebih hemat per kilometer dibanding mobil bensin.

Namun tentu perlu dihitung juga:

  • Harga beli kendaraan
  • Biaya instalasi charger
  • Asuransi
  • Depresiasi

Meski begitu, untuk penggunaan harian dalam kota, biaya operasional listrik biasanya jauh lebih ringan.

Cara hitung biaya charging mobil listrik di rumah ternyata cukup mudah. Tinggal tahu kapasitas baterai, tarif listrik per kWh, lalu kalikan. Dari situ kalian bisa tahu estimasi biaya per pengisian maupun per kilometer.

Dengan perhitungan sederhana ini, keputusan membeli mobil listrik bisa lebih rasional dan terukur. Karena pada akhirnya, bukan cuma soal ramah lingkungan, tapi juga soal efisiensi biaya jangka panjang.

You may also like