Home » Bukan Cuma Resolusi, Ini Strategi Cerdas Menata Keuangan di Awal Tahun

Bukan Cuma Resolusi, Ini Strategi Cerdas Menata Keuangan di Awal Tahun

by Trisno Heriyanto

Momen awal tahun, merupakan momen yang sangat penting untuk setiap individu. Awal tahun baru, untuk resolusi-resolusi yang baru. Membuat daftar hal-hal baik yang ingin dilakukan dan dicapai setahun ke depan. 

Namun, yang tentunya tidak kalah penting, dan tidak boleh diabaikan adalah kembali melakukan evaluasi terkait keuangan kita di tahun sebelumnya. Dan kembali menata ulang keuangan kita untuk setahun ke depan, dengan lebih baik, efektif, dan efisien.  

Laporan terbaru mengenai data pengeluaran per kapita di Indonesia pada tahun 2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), memperlihatkan bahwa pengeluaran rata-rata bulanan per individu dikelompokkan menjadi dua kategori utama. Pertama, pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran untuk bukan makanan.   

Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat teratas dengan rata-rata pengeluaran total per kapita tertinggi, mencapai Rp2.794.485 per bulan. 

Tingginya angka di ibu kota ini sebagian besar didorong oleh tingginya pengeluaran untuk kategori bukan makanan sebesar Rp1.686.257. Hal ini mengindikasikan mahalnya biaya untuk kebutuhan selain makanan seperti tempat tinggal  dan transportasi. 

Hal inilah yang menjadi pendorong untuk kita agar mampu melakukan perencanaan keuangan dengan matang. 

Penataan ulang keuangan tentunya sangat perlu dilakukan, sehingga kita bisa menggunakan pendapatan yang kita terima setiap bulannya dengan lebih efektif dan efisien. Sehingga, impian-impian yang ingin kita raih di masa depan juga dapat tercapai sesuai rencana. 

Berikut merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk kembali menata ulang keuangan di momen awal tahun:  

Meninjau pendapatan dan pengeluaran selama satu tahun sebelumnya

 

Hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum melakukan perencanaan keuangan adalah meninjau dan mengevaluasi pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan selama satu tahun sebelumnya. 

Dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengetahui pengeluaran-pengeluaran kurang penting yang perlu ditiadakan di tahun ini. Melakukan peninjauan seperti itu, membantu kita untuk memiliki gambaran yang jelas atas kondisi keuangan kita, yang dapat membantu dalam membuat rencana keuangan yang lebih efektif dan efisien untuk setahun ke depan.  

Membuat anggaran bulanan yang baru 

Setelah melakukan peninjauan menyeluruh, kini saatnya kita membuat anggaran bulanan yang baru. Setelah melakukan evaluasi pengeluaran, kita dapat mengetahui dengan jelas pos-pos pengeluaran kita, mana yang rutin dan wajib, mana yang kurang penting.

Pengeluaran yang kurang penting kita dapat tiadakan di anggaran bulanan yang baru. Prioritas utama pada anggaran bulanan harus mencakup seluruh hal-hal penting dan rutin, seperti tagihan listrik, air, internet, uang sewa rumah (jika mengontrak), dan uang biaya sekolah anak.

Selain tagihan, cicilan rutin juga penting untuk masuk ke anggaran bulanan, seperti jika ada Kredit Perumahan Rakyat (KPR), dan cicilan hutang lainnya. Serta yang terakhir dan tidak kalah penting, adalah alokasi dana yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.  

Menetapkan tujuan finansial untuk setahun ke depan 

Tujuan finansial penting untuk ditetapkan, baik untuk setahun ke depan, atau tujuan finansial jangka panjang. Menetapkan tujuan finansial memberikan arah dan motivasi yang jelas bagi kita dalam mengatur keuangan dengan baik. 

Sebagai contoh, tujuan finansial dalam setahun ke depan, mungkin kita ingin mengganti handphone baru di akhir tahun, kita dapat mencari tahu berapa harganya, dan dapat memperkirakan berapa yang harus kita sisihkan setiap bulannya tanpa harus mengganggu pos-pos prioritas.  

Memiliki dana darurat 

Hal yang sering terlewatkan adalah pentingnya memiliki dana darurat. Perlu diingat dana darurat bukanlah tabungan yang sewaktu-waktu bisa kita pakai untuk memenuhi keinginan kita. Nonton konser penyanyi favorit kita bukan keadaan darurat.

Dana darurat adalah simpanan uang yang disiapkan khusus untuk menghadapi pengeluaran tak terduga atau keadaan darurat seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sakit mendadak, kecelakaan, atau bencana alam, agar tidak perlu berutang. 

Untuk tahap awal, sebaiknya kita memiliki dana darurat sejumlah tiga sampai enam kali pengeluaran rutin bulanan, sehingga setidaknya kita dapat melanjutkan hidup dalam tiga atau enam bulan ke depan. Sedangkan untuk idealnya, dana darurat yang perlu disiapkan adalah dana yang cukup untuk pengeluaran rutin hingga satu tahun ke depan. 

Menentukan dan memilih instrumen investasi yang sesuai 

Dewasa ini, masyarakat Indonesia semakin paham pentingnya berinvestasi untuk mencapai tujuan finansial. Namun, memilih dan menentukan instrumen investasi yang sesuai untuk kita juga merupakan faktor terpenting dalam berinvestasi. 

Kita harus paham profil risiko kita masing-masing dalam berinvestasi, apakah itu konservatif, moderat, atau agresif. Setelah memahami profil risiko diri kita, selanjutnya akan lebih mudah dalam menentukan instrumen investasi yang sesuai, demi mencapai tujuan finansial yang telah kita tentukan. 

You may also like