Owen Cooper lagi-lagi mencetak sejarah. Kali ini, aktor asal Inggris tersebut membawa pulang penghargaan untuk Penampilan Terbaik untuk Aktor Pendukung Pria di Televisi pada ajang Golden Globe Awards 2026.
Kemenangan yang ia raih di usia 16 tahun ini menjadikannya aktor termuda yang mendapat penghargaan pada kategori tersebut. Penghargaan ini diberikan kepada Owen Cooper atas perannya sebagai Jamie Miller dalam series Adolescence.
Malam itu, ia mengalahkan rekannya sendiri yakni Ashley Walter. Juga, nominasi lainnya termasuk Billy Crudup untuk perannya di The Morning Show, Walton Goggins dan Jason Isaacs untuk peran di The White Lotus, Tramell Tillman untuk Severance.
“Wow, berdiri di sini dengan Golden Globe, rasanya sama sekali tidak nyata. Sungguh perjalanan luar biasa yang telah saya dan keluarga saya lalui. Kami selamanya berterima kasih atas apa yang telah dilakukan orang-orang ini untuk saya dan keluarga saya. Awalnya, saya berpikir, ‘Saya mungkin baik-baik saja, saya mungkin buruk. Saya tidak pernah tahu.’ Jadi saya mengambil risiko, dan saya mengikuti kelas drama,” ucap Owen Cooper dalam pidato kemenangannya.
Ia melanjutkan, “Saya satu-satunya anak laki-laki di sana. Itu memalukan. Tapi saya berhasil melewatinya, dan saya masih terus belajar. Jadi masih belajar setiap hari. Saya masih belajar dari orang-orang yang duduk di depan saya, Anda yang duduk di depan saya, yang telah menginspirasi saya.”
Kemenangan lain untuk Owen Cooper

Sebelumnya, Adolescence berhasil boyong sederet penghargaan dalam ajang Emmy Awards 2025. Serial ini berhasil memenangkan penghargaan untuk Outstanding Limited or Anthology Series, dan setelah ditotal mengantongi enam piala.
Aktor utama dan co-creator, Stephen Graham, mencatatkan prestasi gemilang dengan memenangkan Outstanding Lead Actor in a Limited or Anthology Series or Movie. Tak hanya itu, dua aktor pendukungnya, Owen Cooper dan Erin Doherty, juga sama-sama ikut memboyong piala.
Di malam Emmy Awards yang penuh cahaya dan bertabur binta Hollywood tersebut, Owen Cooper catatkan sejarah baru. Ia menjadi aktor termuda yang pernah memenangkan penghargaan Emmy untuk aktor pendukung terbaik dalams serial terbatas. Penghargaan ini diterima Owen di usianya yang baru 15 tahun.
Sementara itu, Adolescence adalah film pertamanya sebagai aktor profesional yang diproduksi saat ia masih berusia 14 tahun. Malam itu, Owen berhasil mengalahkan pesaingnya mulai dari Ashley Walters, Javier Bardem, Bill Camp, Peter Sarsgaard, dan Rob Delaney.
“Berdiri di sini sungguh, wow, ini benar-benar tidak nyata. Ketika saya memulai kelas drama ini beberapa tahun yang lalu, saya bahkan tidak menyangka akan berada di Amerika Serikat, apalagi di sini. Saya pikir malam ini membuktikan bahwa jika Anda mendengarkan, dan Anda fokus, dan Anda keluar dari zona nyaman Anda, Anda dapat mencapai apa pun dalam hidup. Siapa peduli jika kamu merasa malu? Apa pun bisa terjadi. Tiga tahun lalu aku bukan siapa-siapa, sekarang aku di sini,” terang Owen.
Di balik layar ‘Adolescence’
Empat episode luar biasa dari Adolescence pantas mendapat standing applause dari penonton. Mengisahkan tentang Jamie Miller yang membunuh teman sekelasnya Katie Leonard, Adolescence langsung menjadi buah bibir di media sosial.
Owen menunjukkan kepintaran aktingnya dengan memperhatikan setiap detail adegan. Ekspresi, cara penyampaian dialog, dan jangkauan emosi yang ditampilkan begitu mendalam sehingga membuat penonton takjub akan kemampuannya.
Tidak hanya Owen Cooper, Stephen Graham yang berperan sebagai Eddie Miller juga berhasil membuat penonton merasakan ketakutan, kesedihan, frustasi, dan kemarahan saat tahu anaknya dibawa ke kantor polisi.
Dan, jangan lupakan Briony Ariston yang memerankan Erin Doherty, seorang psikolog anak. Melalui percakapan panjangnya yang terkesan membosankan dengan Jamie, penonton perlahan bisa memahami apa yang ada di pikiran Jamie.
Selama menonton, bukan hanya fokus dengan tiap percakapan, penonton juga tidak bisa tidak terperangah dengan sinematografinya. Sebagian besar adegan diambil dalam satu tarikan atau shot tanpa putus.
Ini tidak hanya menuntut para aktor untuk menghafal dialog yang panjang, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi tim kameramen yang harus cekatan dalam menangkap setiap emosi yang muncul.
Berkat kolaborasi yang solid dari semua pihak, Adolescence pun berhasil menjadi serial yang tidak hanya epik dari segi penulisan, tetapi juga sangat memukau secara sinematografi.