Home » Tayang Hari Ini! Esok Tanpa Ibu: Ketika Dian Sastro Jadi Robot AI Demi Obati Rindu Anak

Tayang Hari Ini! Esok Tanpa Ibu: Ketika Dian Sastro Jadi Robot AI Demi Obati Rindu Anak

by Aulia Azzahra

Dunia perfilman Indonesia kembali kedatangan angin segar di awal tahun 2026 ini. Mulai hari ini, Kamis (22/1/2026), film berjudul Esok Tanpa Ibu (judul internasional: Mothernet) resmi menyapa penonton di seluruh bioskop Tanah Air.

Karya sutradara pemenang penghargaan, Ho Wi-ding, ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar drama air mata konvensional, Esok Tanpa Ibu berani bereksperimen dengan tema Fiksi Ilmiah (Sci-Fi) yang sangat relevan: Bagaimana jadinya jika kehangatan seorang ibu digantikan oleh dinginnya teknologi Kecerdasan Buatan (AI)?

Penasaran kenapa film ini disebut-sebut sebagai salah satu calon film terbaik tahun ini? Simak ulasan ceritanya berikut ini.

Duka Rama dan Jarak yang Terbentang

Premis Esok Tanpa Ibu berpusat pada kehidupan Rama (diperankan oleh Ali Fikry), seorang remaja jenius yang dunianya berporos pada sang ibu, Laras (Dian Sastrowardoyo). Sebaliknya, hubungan Rama dengan sang Ayah, Hendri (Ringgo Agus Rahman), justru terasa kaku dan berjarak.

Konflik memuncak ketika sebuah kecelakaan tragis menimpa Laras hingga membuatnya koma. Dalam sekejap, pondasi hidup Rama runtuh. Tanpa Laras sebagai jembatan komunikasi, Rama dan Ayahnya semakin asing satu sama lain. Di tengah kesepian yang mencekam itulah, Rama memutuskan untuk menempuh jalan yang ekstrem.

Menciptakan ‘i-BU’ Lewat Coding

Di sinilah elemen futuristik dalam Esok Tanpa Ibu menjadi sorotan. Memanfaatkan kemampuan coding yang dimilikinya, Rama “menghidupkan” kembali sang ibu dalam bentuk program AI hologram bernama “i-BU”.

Teknologi ini diciptakan sangat presisi. i-BU mampu meniru suara, mimik wajah, hingga memori Laras. Lewat layar komputer dan gawai canggih, Rama berinteraksi dengan versi digital ibunya untuk mengobati rasa rindu yang tak tertahankan. Bahkan, teknologi ini digunakan sebagai terapi eksperimental untuk memancing kesadaran Laras yang asli.

Namun, sepanjang durasi Esok Tanpa Ibu, penonton akan diajak bertanya: Apakah sebuah algoritma, secerdas apa pun itu, mampu menggantikan detak jantung dan pelukan hangat seorang ibu sejati?

Dian Sastro dalam Dua Dimensi

Daya tarik utama yang membuat kalian wajib menonton Esok Tanpa Ibu adalah transformasi akting Dian Sastrowardoyo. Ia dituntut memerankan dua karakter dengan spektrum emosi yang bertolak belakang.

Di satu sisi, ia adalah Laras, ibu manusia yang penuh cinta. Di sisi lain, ia adalah i-BU, entitas digital yang cerdas namun kaku layaknya robot. Detail visual efek (CGI) yang membalut karakter i-BU juga patut diacungi jempol karena melibatkan kolaborasi dengan sineas internasional.

Untuk melihat detail pemeran lainnya dan rating awal film ini, kalian bisa mengecek laman data film di IMDb Esok Tanpa Ibu.

Inspirasi Gadget untuk Kreator Muda

Karakter Rama di film Esok Tanpa Ibu membuktikan bahwa di tangan anak muda yang kreatif, teknologi bisa menjadi alat yang powerful. Kemampuannya merancang AI tentu membutuhkan perangkat dengan spesifikasi tinggi.

Jika kalian atau adik kalian memiliki minat yang sama di dunia coding dan desain grafis seperti Rama, dukungan perangkat yang tepat sangatlah krusial. Cobalah melirik ulasan rekomendasi laptop performa tinggi untuk editing dan coding agar potensi kreativitas digital bisa tersalurkan dengan maksimal tanpa hambatan lag.

Siapkan Tisu Sekarang

Intinya, Esok Tanpa Ibu adalah paket lengkap. Kalian akan mendapatkan visual teknologi masa depan, sekaligus cerita keluarga yang menyayat hati.

Film ini sudah tayang mulai hari ini. Jadi, pastikan kalian mengajak orang terdekat untuk menyaksikan kisah Rama dan “ibu digital”-nya di bioskop. Jangan lupa siapkan tisu, karena Esok Tanpa Ibu siap menguras emosi kalian.

You may also like