Netflix menjadwalkan Formula 1: Drive To Survive musim kedelapan akan tayang pada 27 Februari mendatang. Episode baru dari Drive To Survive akan dirilis tepat sebelum musim pembuka F1 2026 dimulai pada 6-8 Maret 2026.
Sama seperti musim-musim sebelumnya, penonton dapat melihat apa yang terjadi di balik layar, interview dengan para pembalap, dan clip berisi percikan konflik yang membuat series dokumenter ini menjadi semakin menarik.
Mengingat kembali musim F1 2025 ini memang penuh kejutan. Di awal musim, kita melihat bagaimana McLaren tampil mendominasi. Sementara itu, Red Bull terperosok dengan berbagai konflik internal dan kesalahan pada mobil mereka.
Di sisi lain, Ferari seperti tidak menunjukkan perkembangan dengan rumor-rumor yang berterbangan di garasi mereka. Bahkan, kedua pembalap mereka sempat DNF dalam waktu bersamaan.
Dan, ketika banyak yang percaya bahwa Oscar Piastri akan memenangkan title untuk musim ini, Max Verstappen bersama Red Bull kembali unjuk gigi. Max Verstappen yang tertatih-tatih di awal musim berhasil menjadi pesaing terkuat bagi Oscar Piastri dan Lando Norris di perebutan takhta kejuaraan dunia 2025.
Dengan semua drama yang terjadi di musim 2025, Netflix melalui Formula 1: Drive To Survive bakal merangkum semuanya dalam sebuah series dokumenter. Namun, sebelum itu, mari kita ingat kembali momen epic di lintasan F1 sepanjang musim 2025.
Awal musim yang dibuka dengan dramatis

Pembukan musim di GP Australia dimulai dengan dramatis. Cuaca terus berubah-ubah membuat para balapan harus digelar di tengah hujan deras. Bahkan, kedua mobil McLaren sampai keluar jalur karena trek yang terlalu licin. Meski demikian, setelah keluar dari kekacauan, Lando Norris berhasil keluar sebagai pemenang.
Bertolak ke China, Lando Norris harus menerima kenyataan jika rem pada mobilnya bermasalah. Alhasil, ia hanya berhasil finish di posisi kedua dengan jarak sepuluh detik dari pemenang GP China yang tidak lain tidak bukan adalah rekan setimnya, Oscar Piastri.
Meski belum berhasil memperebutkan kejuaraan di GP Australia dan GP China, Max Verstappen masih memiliki taring untuk memburu dua Mclaren. Ia bahkan berhasil meraih juara di GP Jepang dengan Lando Norris dan Oscar Piastri menyusul di belakang.
Namun, meski terlihat masih dapat bersaing, Max Verstappen mulai kehilangan kendali mobilnya di GP Bahrain. Ia hanya berhasil finish di posisi keenam.
Tabrakan dua McLaren
McLaren terus mendapatkan pujian jika mobil mereka adalah mobil tercepat di grid untuk musim 2025. Dua pembalap mereka, Oscar Piastri dan Landor Norris, terus menerus bersaing di posisi pertama dan kedua.
Percikan masalah kemudian muncul di GP Kanada. Kedua pembalap McLaren terlibat tabrakan di lintasan lurus. Insiden tersebut menyebabkan Lando Norris harus mundur dari balapan. Sementara itu, Oscar Piastri berhasil finish di posisi keempat.
Sampai di Red Bull Ring GP Austria, baik Lando Norris maupun Oscar Piastri masih terus mendominasi. Sementara itu, jarak poin antara keduanya dengan Max Verstappen terus melebar.
Kembalinya Max Verstappen

Max Verstappen membuat gebrakan sensasional. Di GP Brazil, pembalap asal Belanda tersebut bahkan mulai balapan dari pit lane dan berakhir finish di posisi ketiga. Kemenangannya membuat banyak penggemar yang percaya jika dirinya masih bisa meraih kejuaraan dunia meski jarak poin yang sudah lebih dari 60 poin.
Sementara Max Verstappen seperti tengah bersiap untuk mendobrak dominasi McLaren, tim yang identik dengan warna oranye tersebut malah tersandung masalah internal. Di sisi lain, Ferarri harus menerima kenyataan dengan pulang membawa nol poin dari GP Brasil.
Charles Leclerc yang memulai dari P3 terpaksa keluar di awal balapan setelah terjebak dalam tabrakan saat safety car restart di tikungan satu. Sementara itu, Lewis Hamilton juga terlibat insiden dengan Carlos Sainz di tikungan satu.
Meskipun tabrakan tersebut tidak menyebabkan kerusakan parah pada mobil mereka, Lewis kemudian berkontak lagi dengan Franco Colapinto, yang menyebabkan sayap depannya hancur. Akibat insiden tersebut, Lewis Hamilton menerima penalti lima detik. Kemudian, setelah 40 putaran, Ferrari memutuskan untuk menghentikan mobilnya.
Lando Norris kunci kemenangan WDC 2025
Lando Norris berhasil kunci gelar WDC 2025 Setelah finish di P3 Abu Dhabi. Meski gagal finish di P1, namun poin yang dikumpulkannya lebih dari cukup untuk mengantarkan dirinya menjadi pemenang dalam perebutan gelar juara dunia 2025.
Sementara itu, McLaren juga berhasil keluar sebagai juara konstruktor. Kedua pembalap mereka berhasil menunjukkan kerja sama yang baik sehingga berhasil mengumpulkan banyak poin yang membuat McLaren bisa keluar jadi pemenang.
Kemenangan Lando Norris turut menjadikannya pembalap McLaren yang memenangkan gelar juara setelah tujuh belas tahun. Ia juga menjadi pembalap Inggris kesebelas yang berhasil meraih gelar tersebut.