Home » Perbedaan Esports FPS dan MOBA: Mana yang Lebih Skill-Based?

Perbedaan Esports FPS dan MOBA: Mana yang Lebih Skill-Based?

by Dave Jeremiah

FPS vs MOBA: Dua Dunia, Dua Cara Bertarung

Di dunia esports, dua genre ini selalu mendominasi panggung utama: FPS (First-Person Shooter) dan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena).

Turnamen seperti Counter-Strike 2, Valorant, dan Call of Duty mewakili FPS. Sementara MOBA dikuasai oleh Dota 2, League of Legends, dan Mobile Legends: Bang Bang. Sekilas sama-sama 5v5 dan kompetitif. Tapi secara mekanik dan pola pikir, keduanya sangat berbeda.

Sudut Pandang & Cara Bermain

FPS dimainkan dari sudut pandang orang pertama. Kamu melihat dunia dari mata karakter. Faktor utama kemenangan:

  • Akurasi aim
  • Refleks cepat
  • Kontrol recoil
  • Positioning dan map awareness

Dalam FPS, duel 1v1 bisa selesai dalam sepersekian detik. Salah langkah sedikit saja, langsung tumbang. Dalam  MOBA: Strategi dan Timing Lebih Dominan karena MOBA menggunakan sudut pandang top-down (dari atas). Fokusnya bukan hanya duel, tapi manajemen tim dan objektif.

Faktor utama kemenangan:

  • Drafting hero
  • Kerja sama tim
  • Kontrol objektif (tower, lord, roshan)
  • Macro strategy (rotasi, split push, timing war)

Di MOBA, satu kesalahan bisa mengubah arah pertandingan selama 30–50 menit.

Skill Individu vs Kerja Tim

FPS sering dianggap lebih “mechanical skill based.” Aim jago bisa menggendong tim. MOBA lebih kompleks secara taktik. Bahkan pemain mekanik bagus pun bisa kalah jika:

  • Draft kalah
  • Salah timing team fight
  • Salah ambil objektif

Singkatnya:

  • FPS = micro skill & reaksi cepat
  • MOBA = macro strategy & koordinasi tim

Tempo Permainan

FPS:

  • Round-based (seperti CS2 & Valorant)
  • Tempo cepat
  • Satu kesalahan bisa langsung kalah ronde

MOBA:

  • Match panjang (30–60 menit)
  • Ada fase early, mid, late game
  • Masih bisa comeback meski tertinggal

MOBA memberi ruang adaptasi lebih besar. FPS lebih “brutal” secara tempo.

Barrier to Entry (Kesulitan Masuk)

FPS lebih mudah dipahami pemula: ‘Lihat musuh, tembak’.  MOBA lebih kompleks karena:

  • Ratusan hero
  • Item build berbeda
  • Counter pick
  • Role spesifik (carry, support, offlaner, jungler)

Namun, di level pro, keduanya sama-sama ekstrem sulit.

Popularitas dan Skala Turnamen

Turnamen MOBA seperti MLBB (Mobile Legends Bang Bang) dan The International (Dota 2) dikenal dengan prize pool besar dan viewership masif. FPS punya ekosistem stabil dengan liga global dan skena regional yang kuat, terutama di Amerika dan Eropa.Mobile MOBA seperti Mobile Legends bahkan mendominasi Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Mana yang Lebih Skill-Based?

Jawabannya tergantung dari definisi skill, dalam skala

  • Refleks & akurasi:  FPS unggul.
  • Strategi & pengambilan keputusan jangka panjang: MOBA lebih kompleks.

Keduanya menuntut disiplin latihan, komunikasi tim, dan mental kompetitif yang kuat.Kalau kamu suka adrenalin tinggi, duel cepat, dan clutch moment → FPS cocok untukmu. Kalau kamu lebih suka strategi panjang, perang taktik, dan koordinasi tim → MOBA lebih memuaskan.

Pada akhirnya, baik FPS maupun MOBA adalah dua pilar utama esports modern. Mereka berbeda, tapi sama-sama menuntut dedikasi dan skill tingkat tinggi.

You may also like