GP Australia bakal jadi pembuka gelaran F1 musim 2026. Sirkuit Albert Park di Melbourne siap menyambut antusiasme penggemar yang rindu dengan suasana balapan F1. FIA telah menjadwalkan jika GP Australia akan digelar pada Minggu (08/03) mendatang.
Melbourne sendiri telah dikontrak oleh FIA untuk menjadi tuan rumah balapan pembuka sampai tahun 2032. Kota ini terus menjadi tempat dibukanya balapan F1 sejak debutnya di tahun 1996 silam.
Setelah GP Australia, China dan Jepang akan menjadi tempat pemberhentian selanjutnya. Dilanjutkan dengan balapan di Bahrain dan Arab Saudi, baru kembali lagi ke Eropa, mampir sebentar di Amerika dan berakhir di Abu Dhabi.
Hasil tes perdana mobil F1

Circuit de Barcelona-Catalunya jadi sirkuit perdana bagi para tim F1 menjajal mobil baru mereka. Sebanyak 10 dari 11 tim berkumpul untuk menjalani uji coba privat selama lima hari dengan regulasi dan peraturan yang baru untuk musim 2026.
Dua hari pertama gelaran F1, McLaren memutuskan absen akibat cuaca yang tidak menentu. Setelahnya, Lando Norris tampil memuaskan dengan livery hitam dipilih sebagai pengganti dari warna oranye mereka yang ikonik.
Di hari ketiga, ketika cuaca cerah, Mercedes tampil menonjol di lintasan. Pembalap mereka, Kimi Antonelli, berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 17,362 detik. Sementara itu, George Russell berhasil tampil impresif dengan catatan waktu tercepat dengan 1 menit 17,580 detik.
Sayangnya, sesi tes ini sempat terhambat setelah Audi R26 yang dikendarai Nico Hulkenberg terhenti di tikungan 9 dan 10 akibat masalah hidrolik. Namun, Audi R26 bukan satu-satunya mobil yang bermasalah. Mobil milik Haas yang dikendarai Oliver Bearman juga terpaksa harus berhenti di tikungan 2.
Namun, ketika tim lain turun di hari Rabu, Red Bull malah absen. Tim dengan banteng sebagai ikon mereka tersebut harus melakukan evaluasi setelah pembalap baru mereka, Isack Hadjar mengalami kecelakaan.
Sementara itu, meski sirkuit basah karena hujan, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton dari Ferrari berhasil mencatatkan hasil yang memuaskan.
GP F1 belum dimulai, Audi sudah ketiban banyak masalah

Tahun pertama Audi di sirkuit F1 tampaknya masih membutuhkan banyak evaluasi. Mobil yang dikendarai oleh Nico Hulkenberg terpaksa berhenti di tikungan 9 dan 10 karena ada gangguan di sistem hidrolik milik mereka. Masalah serupa juga dialami mobil Gabriel Bortoletto.
Meski demikian, dalam wawancaranya bersama media, Gabriel Bortoletto mengungkapkan jika tim telah memprediksi hal-hal seperti ini.
“Kami melakukan pekerjaan yang cukup baik di pagi hari, memasang beberapa peralatan tes, menguji beberapa hal, kami berada di trek. Tetapi seperti yang kita semua duga, ini adalah uji coba dan segala sesuatu dapat terjadi, dan kami memperkirakan akan menemukan masalah di sana-sini pada mobil. Hal seperti ini sudah diperkirakan, Anda tahu, kami menemukan semuanya sekarang agar mudah-mudahan tidak menemukannya pada tes berikutnya atau bahkan di balapan pertama tahun ini,” jelas Gabriel Bortoletto.
Red Bull siap membuat gebrakan

Red Bull dipastikan akan tampil agresif pada musim 2026. Tim yang berbasis di Milton Keynes ini memperkenalkan struktur penahan benturan di sisi kokpit yang dirancang sangat menonjol di atas sidepods, bahkan hingga melewati profil bodi mobil.
Posisi radikal tersebut bukanlah tanpa alasan. Desain ini memungkinkan Red Bull untuk mempertahankan bentuk sidepods yang sangat ramping (compact), sehingga aliran udara menuju bagian belakang mobil menjadi lebih maksimal. Hal ini sangat krusial untuk menghasilkan downforce di area-area vital kendaraan.
Selain itu, Red Bull menerapkan celah lebar (aperture) pada dinding samping vertikal di bagian lateral diffuser. Bukaan ini berfungsi untuk mengarahkan aliran udara melalui zona aerodinamis kritis. Menariknya, solusi ini menunjukkan bahwa Red Bull dan Mercedes telah mengidentifikasi peluang performa yang serupa di area tersebut.
Kemiripan solusi teknis antara dua raksasa ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Dengan kecanggihan Computational Fluid Dynamics (CFD) dan korelasi wind tunnel (terowongan angin) saat ini, tim mampu mengoptimalkan setiap milimeter bodi mobil.
Hasilnya adalah konvergensi desain di mana tim akhirnya tiba pada kesimpulan yang sama meski berangkat dari filosofi awal yang berbeda. Secara teknis, langkah ini sangat masuk akal, terutama dengan kembalinya penggunaan penyesuaian rake (kemiringan mobil) yang sempat menghilang pada era awal mobil ground-effect.