Home » Perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan FCEV: Jangan Salah Pilih Mobil Ramah Lingkungan

Perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan FCEV: Jangan Salah Pilih Mobil Ramah Lingkungan

by Dave Jeremiah

Pembukaan: Mobil Listrik Itu Banyak Jenisnya

Belakangan ini, istilah mobil ramah lingkungan makin sering muncul. Tapi masalahnya, banyak orang masih menyebut semuanya sebagai mobil listrik, padahal jenisnya ada beberapa: BEV, HEV, PHEV, dan FCEV. Sekilas namanya mirip dan sama-sama hijau, tapi cara kerja, kebutuhan energi, hingga biaya perawatannya sangat berbeda. Kalau kalian salah paham, bisa-bisa salah pilih kendaraan.

1. BEV (Battery Electric Vehicle)

BEV adalah mobil listrik murni yang:

  • 100% menggunakan tenaga listrik
  • Tidak punya mesin bensin
  • Energi disimpan di baterai besar

Contoh Mobil BEV

  • Wuling Air EV
  • Hyundai Ioniq 5
  • BYD Atto 3

Kelebihan BEV

  • Nol emisi gas buang
  • Biaya servis paling murah
  • Tenaga instan & senyap

Kekurangan BEV

  • Bergantung pada charging
  • Jarak tempuh terbatas
  • Infrastruktur belum merata

BEV paling cocok untuk pemakaian harian dalam kota.

2. HEV (Hybrid Electric Vehicle)

HEV menggabungkan:

  • Mesin bensin
  • Motor listrik kecil
  • Baterai kecil (tidak bisa di-charge manual)

Baterai diisi otomatis dari:

  • Mesin
  • Regenerative braking

Contoh Mobil HEV

  • Toyota Corolla Cross Hybrid
  • Toyota Camry Hybrid

Kelebihan HEV

  • Lebih irit BBM
  • Tidak perlu charging
  • Transisi paling aman dari bensin

Kekurangan HEV

  • Masih pakai bensin
  • Biaya servis lebih mahal dari BEV

HEV cocok buat kalian yang ingin hemat BBM tanpa ribet charging.

3. PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)

PHEV adalah versi “lebih canggih” dari hybrid:

  • Bisa jalan pakai listrik saja
  • Bisa di-charge dari luar
  • Masih punya mesin bensin

Contoh Mobil PHEV

  • Mitsubishi Outlander PHEV
  • Toyota RAV4 PHEV

Kelebihan PHEV

  • Fleksibel (listrik + bensin)
  • Cocok untuk perjalanan jauh
  • Emisi rendah jika sering di-charge

Kekurangan PHEV

  • Harga mahal
  • Sistem lebih kompleks
  • Berat kendaraan lebih besar

PHEV cocok buat kalian yang punya charger di rumah tapi sering bepergian jauh.

4. FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle)

FCEV menggunakan:

  • Hidrogen sebagai sumber energi
  • Fuel cell untuk menghasilkan listrik
  • Emisi hanya berupa air

Contoh Mobil FCEV

  • Toyota Mirai
  • Hyundai NEXO

Kelebihan FCEV

  • Zero emission
  • Isi bahan bakar sangat cepat
  • Jarak tempuh jauh

Kekurangan FCEV

  • SPBU hidrogen sangat terbatas
  • Harga kendaraan mahal
  • Infrastruktur belum siap di Indonesia

Saat ini, FCEV masih lebih cocok sebagai teknologi masa depan.

Tabel Perbandingan 

AspekBEVHEVPHEVFCEV
Sumber EnergiListrikBensin + listrikListrik + bensinHidrogen
Bisa ChargeYaTidakYaTidak
Mesin BensinTidakYaYaTidak
EmisiNolRendahSangat rendahNol
InfrastrukturSPKLUSPBUSPBU + SPKLUHydrogen Station
Biaya ServisPaling murahSedangLebih mahalMahal

Mana yang Paling Cocok untuk Indonesia Saat Ini?

Paling Masuk Akal Saat Ini

  • BEV → kota besar
  • HEV → seluruh Indonesia

Masih Terbatas

  • PHEV → niche market
  • FCEV → belum siap secara infrastruktur

Sebelum beli, cek keperluan masing-masing:

  • Ada charger di rumah?
  • Sering perjalanan jauh?
  • Lebih fokus hemat BBM atau nol emisi?

Jawaban ini akan menentukan pilihan kalian. BEV, HEV, PHEV, dan FCEV sama-sama ramah lingkungan, tapi peruntukannya berbeda. Dengan memahami perbedaannya, kalian bisa memilih mobil yang paling realistis dan sesuai kebutuhan, bukan cuma ikut tren.

You may also like