Enhypen resmi comeback setelah merilis “Knife” di seluruh laman platform digital, Jumat (16/01). Mini album mereka kali ini bertajuk The Sin: Vanish memuat sebelas lagu baru. Engene—panggilan untuk penggemar Enhypen—langsung meledak di media sosial. Penantian mereka akhirnya berakhir juga.
Tagar #THE_SIN_VANISH pun langsung naik di X. Engene berbondong-bondong streaming sembari menaikkan tagar untuk mendukung Enhypen. Di hari yang sama dengan perilisan “Knife”, Enhypen langsung menyapa Engene lewat fan showcase yang diselenggarakan di Hwajeong Tiger Dome, Korea University.
Acara fan showcase tersebut juga ditayangkan secara live streaming. Tim produksi menyediakan layanan live streaming melalui platform Weverse, YouTube, Instagram, dan TikTok. Alhasil, penggemar yang tidak dapat datang langsung ke Seoul, juga yang kurang beruntung sehingga tidak mendapatkan tiket, dapat ikut menonton secara real time.
Lahirnya The Sin: Vanish juga turut menjadi penanda berakhirnya era Desire: Unleash. Serta membuka babak baru dalam karier ketujuh anggota mereka—Heeseung, Jungwon, Jay, Jake, Sunghoon, Sunoo, dan Ni-Ki.
Enhypen konsisten dengan konsep vampire

Sejak debutnya di tahun 2020, Enhypen konsisten dengan konser vampire yang mereka bawa. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Belift Entertainment—agensi musik yang menaungi mereka—The Sin: Vanish menandai ‘babak paling mendalam dan berorientasi naratif hingga saat ini’.
“Album ini mengisahkan pelarian yang belum pernah terjadi sebelumnya dari sepasang kekasih vampir, menelusuri keseimbangan rapuh antara hasrat dan konsekuensi di dunia yang terikat oleh aturan yang tak terpecahkan,” demikian bunyi siaran pers tersebut.
Dan yap, dari track pertama hingga kesebelas, setiap lagu memadukan musik, narasi dan penceritaan sinematik. Setiap bait liriknya menyisipkan ‘cerita vampire’ mereka. Membuat benang merah antar album semakin terlihat jelas.
Album The Sin: Vanish punya title track berjudul “Knife” yang mengisahkan awal pelarian sepasang kekasih saat mereka menghadapi kejaran tanpa ragu-ragu. Trackdilanjutkan dengan “No Way Back (featuring So!YoON!)” yang mengusung genre Alternative R&B.
Kemudian, ada “Stealer” dengan genre Alternative Dance Pop, “Big Girls Don’t Cry” genre Pop, dan “Lost Island” genre Pop, yang ditutup dengan lagu introspektif “Sleep Tight” bergenre R&B.
Keterlibatan Jake dan Heeseung dalam album
Tim kreatif Enhypen selalu membuka ruang bagi para anggota yang ingin berkontribusi ke dalam album. Mulai dari Jake yang sempat ikut menuliskan lirik dalam lagu “Shout Out”, Ni-Ki yang ikut menggarap koreografii untuk “Bite Me”, seluruh anggota yang ikut terlibat dalam penulisan lirik untuk “Highway 1009” yang dikomposeri oleh Heeseung.
Dan sebelumnya dalam album Desire: Unleash, Jay menulis dan mengkompeseri lagu “Helium” yang dinyanyikan oleh seluruh anggota. Kali ini, lewat “Sleep Tight”, Jake dan Heesung ikut langsung menuliskan lirik dan mengkomposeri lagu ini.
Dalam mini album kali ini Enhypen juga tidak sendirian. Mereka menggandeng musisi So!YoON! untuk lagu “No Way Back”. Selain itu, tim produksi juga mengajak aktor Park Jeong Min, Kenjiro Tsuda, dan Lars Huang untuk membacakan setiap narasi pada album dalam bahasa yang berbeda.
Dan, bukan hanya musik baru, tahun ini Enhypen juga akan disibukkan dengan tur. Sejauh ini, grup di bawah naungan Hybe Entertainment tersebut bakal hadir di edisi perdana Festival Kpop Hello Melbourne di Flemington Racecourse Australia pada 14 Maret. Juga akan hadir di Hyperound K-Fest 2026 yang akan digelar di Dubai pada 18 April.
Produksi yang nggak main-main

Shout out untuk tim kreatif Belift Entertainment yang nggak setengah-setengah kalau ngomongin soal bujet produksi. Meski nggak pernah dispill habis berapa, namun skala produksi setiap Enhypen comeback jelas terlihat “besar”.
Buat album The Sin: Vanish ini, anggota bahkan sampai diboyong ke Italia untuk syuting. Di antara bangunan-bangun tua di Italia, para anggota mengambil gambar untuk foto konsep dan video konsep untuk “Stealer”.
Hasil editannya juga nggak main-main. Rasanya seperti nonton film pendek produksi Hollywood karena terlihat nyata. Jadi, walau nggak di-spill angka pastinya, tidak dapat terelakkan jika bujet produksi untuk comeback kali ini nilainya cukup fantastis.