Home » Penasaran Bagaimana Cara Kerja AI? Ternyata Butuh Ribuan Chip Nvidia GPU dan Listrik Masif

Penasaran Bagaimana Cara Kerja AI? Ternyata Butuh Ribuan Chip Nvidia GPU dan Listrik Masif

by Aulia Azzahra

Kalian Pernah Bertanya Tidak, Di Mana ‘Otak’ ChatGPT Sebenarnya Disimpan?

Setiap hari kita mungkin meminta bantuan kecerdasan buatan untuk membuat esai, coding, atau sekadar curhat. Jawaban yang muncul di layar begitu cepat dan luwes, seolah-olah ada manusia jenius yang mengetiknya di seberang sana. Saking canggihnya, banyak yang mengira sistem ini berjalan secara magis di awan (cloud).

Padahal, realitanya jauh lebih teknis dan melibatkan infrastruktur fisik yang sangat nyata. Jika kalian bertanya apakah ada mesin besar di balik kecerdasan ini? Jawabannya: Ya, sangat besar dan boros energi.

Memahami Dasar Teknologi Ini

Sebelum membedah mesinnya, kita perlu sepakat dulu pada satu definisi. Secara sederhana, teknologi AI adalah simulasi kecerdasan yang diproses oleh sistem komputer untuk mengenali pola data. Berbeda dengan aplikasi biasa yang kaku, AI “dilatih” untuk memprediksi jawaban.

Namun, agar bisa “belajar” dari miliaran data di internet, AI membutuhkan tenaga komputasi yang tidak main-main. Di sinilah peran perangkat keras (hardware) menjadi sangat krusial.

Bukan CPU Biasa, Tapi Ribuan Nvidia GPU

Kalian mungkin sering membaca review laptop gaming di Uzone yang membahas kartu grafis untuk main game. Nah, komponen yang sama, yakni GPU (Graphics Processing Unit), ternyata punya fungsi lain yang lebih gila.

Dalam dunia teknologi AI, fungsi komponen ini berubah menjadi “otak” utama. AI modern tidak berjalan maksimal menggunakan prosesor biasa (CPU), melainkan menggunakan ribuan keping Nvidia GPU kelas atas. Mengapa? Karena GPU memiliki kemampuan memproses ribuan tugas hitungan matematika secara bersamaan (parallel processing).

Inilah alasan kenapa harga saham perusahaan chip seperti Nvidia meroket. Tanpa hardware ini, mustahil bagi mesin untuk membaca jutaan artikel dan memahaminya dalam waktu singkat.

Wujud Fisik: Superkomputer Sebesar Gudang

Lantas, bagaimana cara kerja AI secara fisik? Ribuan GPU tadi tidak diletakkan di atas meja, melainkan disusun dalam rak-rak server setinggi lemari dan ditempatkan dalam gedung luas bernama Data Center.

Kumpulan ribuan server yang terhubung kabel serat optik inilah yang membentuk Supercomputer. Mesin raksasa ini “hidup” 24 jam non-stop, memakan daya listrik setara satu kota kecil, dan menghasilkan panas luar biasa demi menjawab pertanyaan kalian dalam hitungan detik.

Jadi, AI bukanlah entitas abstrak yang melayang di udara. Ia adalah tumpukan besi, silikon, dan listrik yang bekerja sangat keras.

Jadi..

Di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi AI, terdapat infrastruktur fisik yang sangat kompleks dan mahal. Kita tidak sedang berhadapan dengan sihir, melainkan puncak pencapaian rekayasa hardware.

Setelah tahu bahwa ada mesin raksasa yang bekerja keras di belakang layar, apakah kalian jadi lebih menghargai setiap jawaban yang diberikan oleh asisten virtual kalian?

You may also like