Home » Penantian Berakhir, 5 Centimeters Per Second Akan Hadir di Indonesia

Penantian Berakhir, 5 Centimeters Per Second Akan Hadir di Indonesia

by Trisno Heriyanto

Setelah 18 tahun, film legendaris Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second, akhirnya tayang di bioskop Indonesia.

Film ini mulai hadir di layar lebar pada 16 Januari 2026. Penayangan ini menjadi momen spesial bagi para penggemar animasi Jepang.

Kini, kamu bisa menikmati visual indah dan audio sinematik film ikonik ini secara langsung. Pengalaman menonton di bioskop tentu akan terasa jauh lebih memuaskan.

Penyelenggara juga mengadakan special screening pada 10 dan 11 Januari 2026. Acara tersebut menjadi ajang nostalgia bagi penonton lama maupun generasi baru.

Sinopsis 5 Centimeters Per Second

5 Centimeters Per Second diciptakan oleh Makoto Shinkai, setelah karya-karya sebelumnya, yaitu Voices of a Distant Star (2002) dan The Place Promised in Our Early Days (2004). 5 Centimeters Per Second akan mengikuti kisah Takaki dan Akari. 

Setelah pindah ke sekolah dasar yang sama, Takaki dan Akari menjadi sahabat dekat. Namun, kehidupan mereka mulai berubah saat keluarga masing-masing harus pindah ke kota yang berbeda. 

Setelah satu tahun berpisah, Takaki berniat untuk menemui Akari kembali. Saat duduk di dalam kereta dari Tokyo, kenangan masa lalu membanjiri pikiran Takaki seiring waktu pertemuannya dengan Akari yang semakin dekat. 

Takaki dan Akari mulai mempertanyakan apakah mereka dapat bertemu kembali untuk mengungkapkan perasaan terpendam mereka satu sama lain. 

Dibagi menjadi tiga babak

5 Centimeters Per Second terdiri dari tiga bagian pendek, yaitu Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second, yang masing-masing menyoroti fase kehidupan berbeda dari tokoh utamanya. 

Cherry Blossom Story berfokus pada masa kecil Takaki Tōno dan Akari Shinohara, Cosmonaut menggambarkan masa remaja Takaki dari sudut pandang karakter lain, sementara bagian terakhir menampilkan Takaki saat dewasa yang masih dibayangi kenangan masa lalu. 

Melalui struktur ini, penonton diajak menyelami perjalanan emosional tentang cinta yang tak tersampaikan. Dampak jarak geografis, serta berlalunya waktu yang perlahan menciptakan jarak emosional antara Takaki dan Akari.

Film ini dikenal kuat dalam menggambarkan realitas hubungan manusia yang tidak selalu berakhir bahagia.

Di balik layar 5 Centimeters Per Second

Film animasi 5 Centimeters Per Second disutradarai, ditulis, dan diproduseri oleh Makoto Shinkai, diproduksi oleh CoMix Wave Inc. dengan desain karakter oleh Takayo Nishimura, tata artistik latar belakang oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima, serta musik dari Tenmon.

Makoto Shinkai adalah sutradara animasi yang dikenal luas karena film-film animasinya yang memiliki visual memukau sekaligus menyentuh sisi emosional. Selain karya fenomenal 5 Centimeters Per Second (2007), ia juga telah merilis karya-karya animasi fenomenal lainnya. Tentunya juga memiliki banyak penggemar. Di antaranya Suzume (2022), Weathering With You (2019), dan Your Name (2016). 

Sementara itu, pada tahun ini, film animasi 5 Centimeters Per Second juga diadaptasi ke dalam format Live Action yang disutradarai Yoshiyuki Okuyama. 

5 Centimeters Per Second Live Action telah lebih dulu rilis di jaringan bioskop Jepang pada Oktober tahun ini. Film ini juga dijadwalkan akan segera tayang di jaringan bioskop Indonesia. 

Penghargaan 

5 Centimeters Per Second berhasil meraih penghargaan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards, yang dikenal sebagai penghargaan paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik. 

Film karya sutradara Makoto Shinkai ini dipuji karena kekuatan visualnya yang puitis serta narasi emosional tentang jarak, waktu, dan cinta yang tak tersampaikan. Penghargaan tersebut semakin menegaskan posisi 5 Centimeters Per Second sebagai salah satu film animasi Jepang paling berpengaruh.

Di sisi lain, sekaligus mengukuhkan reputasi Makoto Shinkai sebagai sineas dengan gaya bercerita yang khas dan mendalam

Selain itu, karya Makoto Shinkai ini juga menyabet Lancia Platinum Grand Prize untuk kategori Best Feature Length Film di Future Film Festival Italia. Serta, meraih nominasi Best Animation Award di Asian Film Awards.

Selain penghargaan resmi, film ini secara luas mendapat pujian kritikus internasional atas kekuatan visual. Serta musik latar karya Tenmon, serta pendekatan naratifnya yang realistis dan emosional dalam menggambarkan cinta, jarak, dan waktu.

You may also like