Home » Koleksi Kart Balap Mendiang Jules Bianchi Dicuri

Koleksi Kart Balap Mendiang Jules Bianchi Dicuri

by Trisno Heriyanto

Nasib buruk tengah menimpa keluarga salah satu mendiang bintang F1, Jules Bianchi. Baru-baru ini, keluarga Jules Bianchi baru saja kehilangan koleksi mobil kart balap milik mereka karena dicuri.

Berita kehilangan ini pertama kali diketahui publik setelah ayah Jules Bianchi, Philippe Bianchi menuliskannya dalam sebuah postingan media sosial. 

“Pencuri yang tidak bermoral membawa sembilan kart JB17 Forever. Lebih buruk lagi, mereka mencuri kart terakhir Jules, model KZ 125 ART GP, ditambah mini kart milik kakek dan nenek saya,” tulis Philippe Bianchi. 

Bukan hanya menderita kerugian finansial, keluarga mendiang Jules Bianchi juga harus menderita secara mental. “Selain nilai mesinnya, nilai sentimental yang paling menyakiti kami,” jelas Philippe. 

Dalam postingan yang sama, Philippe Bianchi kemudian meminta kepada publik untuk mewaspadai kart apapun dengan merek JB17, dan dengan segera memberitahunya.

“Jika Anda melihat  ada gokart JB17 yang beredar, mohon beri tahu saya. Terima kasih sebelumnya,” tutup Philippe Bianchi. 

Bukan sekadar koleksi, tetapi juga sebuah memori yang tidak dapat kembali

Mobil balap kart yang dicuri dari keluarga Bianchi punya sejarah panjang yang nilainya tidak dapat lagi terulang. Mobil balap kart yang dicuri memainkan peran penting dalam karier Jules Bianchi semasa hidupnya. 

Setelah mencatat karier yang cukup gemilang di balapan kart, Jules masuk ke akademi pembalap tim di Italia, tepatnya di tahun 2011. Hanya dalam dua tahun ia berhasil debut di F1 bersama tim Marussia. Kariernya pun cukup gemilang. 

Jules berhasil mencetak poin Kejuaraan Dunia pertamanya dengan finis di posisi kesembilan GP Monaco tahun 2014. Ia bahkan digadang-gadang bakal mengisi kursi balap kedua di Ferrari tahun 2015 setelah Fernando Alonso hengkang. 

Sayang, Jules Bianchi tidak pernah mendapat kesempatan untuk memperjuangkan kesempatan tersebut. 

Balapan terakhir Jules Bianchi di Jepang

Jules Bianchi secara tragis kehilangan nyawa setelah kecelakaan maut yang menimpanya di GP Jepang tahun 2014. Mobil F1 yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil derek di tikungan ketujuh sirkuit Suzuka, Jepang. 

Saat itu, mobil derek tersebut tengah mengevakuasi mobil milik Adrian Sutil, dari tim Sauber, setelah pembalap tersebut mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut membuat Jules harus menderita cidera kepala. 

Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Namun, takdir berkehendak lain. Sembilan bulan kemudian, pembalap asal Prancis tersebut meninggal di rumah sakit. Saat itu, Jules Bianchi baru saja berusia 25 tahun. 

Revolusi F1 setelah kecelakaan Jules Bianchi

Kecelakaan yang menimpa Jule Bianchi membuat FIA lebih memperketat sistem keselamatan untuk para pembalap. Di sisi lain, melalui proses hukum, keluarga Jules Bianchi juga berhasil mengamankan berbagai peningkatan keselamatan sebagai bagian dari warisannya bagi dunia motorsport. 

Salah satu peningkatan paling penting adalah pengenalan alat pelindung benturan yang kemudian diberi nama halo. Sebelumnya, FIA memang telah mengerjakan desain halo saat kecelakaan Jules Bianchi terjadi. Kemudian, rencana untuk memperkenalkan halo tersebut dipercepat setelah kematian Jules. 

Setelah diskusi bersama di awal tahun 2017, keluarga Jules dan berbagai pihak terkait sepakat tentang pelajaran yang dapat dipetik dari kecelakaan tersebut. Langkah-langkah keselamatan tambahan diambil untuk meminimalkan risiko insiden serupa di masa mendatang:

  1. Virtual Safety Car (VSC) terus membantu mengendalikan kecepatan pengemudi ketika sinyal bendera telah dikibarkan.
  2. Sebuah derek tetap dipasang di tikungan 7 di Suzuka untuk menghilangkan kebutuhan akan derek bergerak saat mengambil mobil-mobil yang ditinggalkan dan sulit dijangkau selama balapan.
  3. Sistem drainase lintasan telah ditingkatkan di Suzuka dan beberapa lintasan lainnya.
  4. FIA memperkenalkan pedoman 4 jam yang menetapkan bahwa waktu mulai Grand Prix tidak boleh kurang dari 4 jam sebelum matahari terbenam atau senja untuk memastikan jarak pandang yang baik selama balapan berlangsung. Mulai tahun 2015 dan seterusnya, waktu balapan yang dijadwalkan untuk Suzuka dimajukan satu jam menjadi pukul 14.00 waktu setempat.

Meskipun awalnya mendapat banyak kritikan terkait estetika halo, alat ini dengan cepat membuktikan dirinya sebagai langkah keselamatan pengemudi yang integral dan sekarang secara universal dianggap sebagai perkembangan positif dalam keselamatan olahraga motor.

You may also like